Tulisan Akhir Tahun

Judulnya Tulisan Akhir Tahun. Tapi aku ga tau mau nulis apa. Entah terlalu kosong atau terlalu terisi.

Yowislah nulis sejadinya yang lewat di pikiranku saat ini.

Motor yang lewat.

Wkwk, tenan.

Aku mencoba mencatat isi pikiran yang terlalu berlari. Kadang ia diam saat aku mengamati napas. Kadang ia diam saat aku hitung napas. Ternyata pikiran yang terlampau rumit, (kadang) bisa ada dalam kendali.

“Aku terlalu memperhatikan kata orang.” “Aku selalu ingin semua berjalan sempurna.” “Aku ga bisa diam.” “Duh ganggu banget sih.” “Ini orang iseng banget sih.” “Kok aku mikirin ini ya.” “Oh yaudah gapapa, santai aja.” “Resah ya? Bentar lagi juga ganti kok keresahannya. Hahaha.”

Masing-masing dari kita hanya punya 24 jam sehari. Sudah ngapain aja hari ini? Lalu kita masing-masing hanya punya 365 hari setahun. Sudah ngapain aja tahun ini? Sudahkah bermanfaat untuk diri sendiri?

Siklah. Aku lagi males mikir. Males sok monumental dengan menulis pas di akhir tahun, tapi lalu tulisannya adalah pikiran-pikiran random yang terlintas di kepala.

Mungkin sebenarnya setiap detik bisa saja monumental. Ga usah nunggu ganti taun. “Waiki insight-ku monumental”. “Kandhyani og…wkwkwk”

Happy new year, happy new day, happy new second 🙂

Wis. Sesuk neh ya. cuma satu pesanku, mulai besok….inget yaaa….mulai besook, jangan salah nulis taun, wkwkw

Ciao

Dyah Sastro out…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *